‘Abasa

‘Abasa Ayat 1

عَبَسَ وَتَوَلّٰىٓۙ 1
‘Abasa wa tawallā.
Dia (Nabi Muhammad) berwajah masam dan berpaling
Tafsir:

Jika bagian akhir Surah an-Nziat menjelaskan tugas Nabi sebagai pemberi peringatan tentang hari kiamat, maka pada permulaan Surah Abasa Allah menyebutkan siapa yang akan mendapatkan manfaat dari peringatan tersebut. Disebutkan bahwa seorang pria buta bernama Abdullah bin Ummi Maktum, anak paman Khadijah, menghadap Nabi untuk meminta petunjuk. Ketika itu Nabi tengah berdakwah kepada para pemuka Quraisy. Nabi kurang berkenan dengan kedatangannya. Muka Nabi menjadi masam. Atas perilaku tersebut Allah menegurnya dengan halus. Teguran ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an bukanlah perkataan Nabi melainkan kalamullah. Dengan teguran itu Allah menghendaki agar Nabi Muhammad melakukan hal yang lebih utama, yaitu memperhatikan orang yang sungguh-sungguh mencari kebenaran dan berpegang teguh dengan Islam. Dia, Nabi Muhammad, berwajah masam karena kedatangan Ibnu Ummi Maktum, dan berpaling darinya untuk melanjutkan pembicaraan dengan pemuka Quraisy.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

‘Abasa Ayat 2

اَنْ جَاۤءَهُ الْاَعْمٰىۗ 2
An jā'ahul-a‘mā.
karena seorang tunanetra (Abdullah bin Ummi Maktum) telah datang kepadanya.
Tafsir:

Nabi kurang berkenan sehingga bermuka masam karena seorang buta telah datang kepadanya, yaitu Abdullah bin Ummi Maktum. Allah menegur Nabi karena lebih mementingkan bertemu dengan pemuka Quraisy untuk mengajak mereka masuk Islam. Dalam pandangan Allah, semestinya Nabi lebih mementingkan siapa pun yang betul-betul ingin mengamalkan ajaran Islam, tidak peduli ia dari kalangan fakir miskin bahkan cacat. Abdullah terus memanggil-manggil Nabi, sedang dia karena kebutaannya tidak tahu bahwa beliau sedang bersama para pemuka Quraisy (Lihat: Surah al-An’am/6: 52; al-Kahf/18: 28).

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

‘Abasa Ayat 3

وَمَا يُدْرِيْكَ لَعَلَّهٗ يَزَّكّٰىٓۙ 3
Wa mā yudrīka la‘allahū yazzakkā.
Tahukah engkau (Nabi Muhammad) boleh jadi dia ingin menyucikan dirinya (dari dosa)
Tafsir:

Wahai Nabi Muhammad, Kami menegur sikapmu yang demikian karena tahukah engkau barangkali dia datang menghadapmu untuk minta pengajaran darimu sebab dia ingin menyucikan dirinya dari dosa dan kesalahan masa lalunya?

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

‘Abasa Ayat 4

اَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنْفَعَهُ الذِّكْرٰىۗ 4
Au yażżakkaru fatanfa‘ahuż-żikrā.
atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran sehingga pengajaran itu bermanfaat baginya?
Tafsir:

Atau tahukah engkau bila dia datang karena dia ingin mendapatkan pengajaran Al-Qur’an dan ajaran Islam darimu, yang memberi manfaat kepadanya sehingga dia lebih tekun beribadah, beramal saleh, dan menjadi pengikut setiamu?

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

‘Abasa Ayat 5

اَمَّا مَنِ اسْتَغْنٰىۙ 5
Ammā manistagnā.
Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup (para pembesar Quraisy),
Tafsir:

Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup dengan apa yang dia punya, seperti kedudukan, status sosial, dan kekayaan; sehingga dia enggan beriman kepada Allah dan mengikuti ajaranmu,

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

‘Abasa Ayat 6

فَاَنْتَ لَهٗ تَصَدّٰىۗ 6
Fa anta lahū taṣaddā.
engkau (Nabi Muhammad) memberi perhatian kepadanya.
Tafsir:

maka engkau justru memberi perhatian kepadanya secara penuh agar jika dia masuk Islam dan menjadi pelopor bagi pengikutnya. Dalam berdakwah kepada pemuka Quraiys, Nabi sebetulnya mempunyai niat yang mulia, tetapi Allah menegur perlakuan Nabi kepada Abdullh lebih karena Dia menginginkan Nabi melakukan sesuatu yang lebih baik.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

‘Abasa Ayat 7

وَمَا عَلَيْكَ اَلَّا يَزَّكّٰىۗ 7
Wa mā ‘alaika allā yazzakkā.
Padahal, tidak ada (cela) atasmu kalau dia tidak menyucikan diri (beriman).
Tafsir:

Wahai Nabi, mengapa engkau lebih mengutamakan pelayanan terhadap pemuka Quraisy itu, padahal tidak ada celaan atasmu kalau dia tidak menyucikan diri dengan beriman kepada Allah? Tugasmu hanyalah menyampaikan wahyu, dan setelah itu tidak ada dosa bagimu jika dia tetap berpaling dan enggan mengikuti petunjukmu. Lalu, mengapa engkau menomorduakan permintaan orang buta lagi fakir yang ingin belajar Islam darimu?

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

‘Abasa Ayat 8

وَاَمَّا مَنْ جَاۤءَكَ يَسْعٰىۙ 8
Wa ammā man jā'aka yas‘ā.
Adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran),
Tafsir:

Dan adapun orang, yaitu Abdullah bin Ummi Maktum, yang datang kepadamu dengan bersegera dan bersungguh-sungguh untuk mendapatkan pengajaran Islam darimu,

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

‘Abasa Ayat 9

وَهُوَ يَخْشٰىۙ 9
Wa huwa yakhsyā.
sedangkan dia takut (kepada Allah),
Tafsir:

sedang dia takut akan siksa Allah jika tidak mematuhi-Nya,

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

‘Abasa Ayat 10

فَاَنْتَ عَنْهُ تَلَهّٰىۚ 10
Fa anta ‘anhu talahhā.
malah engkau (Nabi Muhammad) abaikan.
Tafsir:

engkau malah mengabaikannya, berpaling darinya, tidak menghiraukannya, dan bermuka masam kepadanya.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

‘Abasa Ayat 11

كَلَّآ اِنَّهَا تَذْكِرَةٌ ۚ 11
Kallā innahā tażkirah(tun).
Sekali-kali jangan (begitu)! Sesungguhnya (ajaran Allah) itu merupakan peringatan.
Tafsir:

Menjelaskan tujuan utama dari teguran-Nya, Allah berfirman, “Sekali-kali jangan berbuat demikian! Sungguh, ajaran-ajaran Allah itu suatu peringatan bagi semua orang agar mereka kembali ke fitrah, yaitu mentauhidkan-Nya dan mengimani-Nya.”

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

‘Abasa Ayat 12

فَمَنْ شَاۤءَ ذَكَرَهٗ ۘ 12
Faman syā'a żakarah(ū).
Siapa yang menghendaki tentulah akan memperhatikannya
Tafsir:

Perigatan-peringatan Allah sudah sangat jelas, maka barang siapa menghendaki untuk mempelajari dengan sungguh-sungguh, tentulah dia akan memperhatikannya, menghayatinya, lalu mengamalkannya. Tidak ada yang menghalangi seseorang memperoleh peringatan itu selain hati yang penuh kesombongan dan keingkaran.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

‘Abasa Ayat 13

فِيْ صُحُفٍ مُّكَرَّمَةٍۙ 13
Fī ṣuḥufim mukarrmah(tin).
di dalam suhuf yang dimuliakan (di sisi Allah),
Tafsir:

Peringatan-peringatan dalam ayat Al-Qur’an itu terdapat di dalam kitab-kitab yang dimuliakan karena berada di sisi Allah dan memuat kalam serta dan pesan-Nya yang sangat berharga.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

‘Abasa Ayat 14

مَّرْفُوْعَةٍ مُّطَهَّرَةٍ ۢ ۙ 14
Marfū‘atim muṭahharah(tin).
yang ditinggikan (kedudukannya) lagi disucikan
Tafsir:

Itulah lembaran-lembaran mulia yang ditinggikan derajatnya dan disucikan; tidak ada yang bisa mengotori bahkan menjamahnya. Lembaran-lembaran itu dijauhkan dari segala kekurangan dan tidak ada pertentangan di antara ayat-ayatnya.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

‘Abasa Ayat 15

بِاَيْدِيْ سَفَرَةٍۙ 15
Bi'aidī safarah(tin).
di tangan para utusan (malaikat)
Tafsir:

Lembaran-lembaran itu berada di tangan para utusan, yaitu para malaikat, pesuruh Allah yang bertugas sebagai penyampai pesan-pesan-Nya.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

‘Abasa Ayat 16

كِرَامٍۢ بَرَرَةٍۗ 16
Kirāmim bararah(tin).
yang mulia lagi berbudi.
Tafsir:

Para malaikat penulis itu adalah makhluk Allah yang mulia lagi berbakti. Mereka tidak pernah durhaka kepada-Nya dan tidak pula melanggar titah-Nya.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

‘Abasa Ayat 17

قُتِلَ الْاِنْسَانُ مَآ اَكْفَرَهٗۗ 17
Qutilal-insānu mā akfarah(ū).
Celakalah manusia! Alangkah kufur dia!
Tafsir:

Allah telah menurunkan Al-Qur’an sebagai kitab yang penuh peringatan bagi manusia agar mereka mengikuti jalan Allah, tetapi celakalah manusia, alangkah jauh mereka dari rahmat Allah, alangkah kufurnya dia kepada peringatan Tuhan!

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

‘Abasa Ayat 18

مِنْ اَيِّ شَيْءٍ خَلَقَهٗۗ 18
Min ayyi syai'in khalaqah(ū).
Dari apakah Dia menciptakannya?
Tafsir:

Mengapa mereka ingkar? Tidakkah mereka sadar dari apakah Dia menciptakannya?

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

‘Abasa Ayat 19

مِنْ نُّطْفَةٍۗ خَلَقَهٗ فَقَدَّرَهٗۗ 19
Min nuṭfah(tin), khalaqahū fa qaddarah(ū).
Dia menciptakannya dari setetes mani, lalu menentukan (takdir)-nya.
Tafsir:

Manusia hanyalah makhluk yang sangat lemah. Allah menciptakannya dari sesuatu yang hina, yaitu setetes mani. Dia menciptakannya melalui berbagai tahapan, dari tahap alaqah yang menempel di dinding rahim, lalu berubah menjadi mudgah, kemudian tahap pembentukan tulang, kemudian tahap dibungkusnya tulang itu dengan daging, lalu Allah menentukannya dan mewujudkannya dalam bentuk yang sempurna, dilengkapi dengan panca indera, akal, dan sebagainya.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

‘Abasa Ayat 20

ثُمَّ السَّبِيْلَ يَسَّرَهٗۙ 20
Ṡummas-sabīla yassarah(ū).
Kemudian, jalannya Dia mudahkan.746)
Tafsir:

Setelah mewujudkan manusia dalam bentuk yang sempurna, dengan kasih sayang-Nya kemudian jalannya Dia mudahkan dengan cara mengeluarkannya dari perut ibunya. Dia juga memberinya kemudahan untuk membedakan kebaikan dan keburukan agar dia memilih jalan hidupnya sendiri.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

‘Abasa Ayat 21

ثُمَّ اَمَاتَهٗ فَاَقْبَرَهٗۙ 21
Ṡumma amātahū fa aqbarah(ū).
Kemudian, Dia mematikannya lalu menguburkannya.
Tafsir:

Kemudian setelah manusia menuntaskan hidupnya di dunia, Dia mematikannya dengan mencabut rohnya dan menguburkannya untuk menjalani kehidupan baru di alam barzakh. Manusia tidak bisa menolak kematian; sebagaiamana dia diciptakan dari tanah, dia akan kembali ke tanah.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

‘Abasa Ayat 22

ثُمَّ اِذَا شَاۤءَ اَنْشَرَهٗۗ 22
Ṡumma iżā syā'a ansyarah(ū).
Kemudian, jika menghendaki, Dia membangkitkannya kembali.
Tafsir:

Setelah manusia berada di alam barzakh sekian lama, kemudian jika Dia menghendaki, Dia akan membangkitkannya kembali di hari kebangkitan untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatannya di dunia.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

‘Abasa Ayat 23

كَلَّا لَمَّا يَقْضِ مَآ اَمَرَهٗۗ 23
Kallā lammā yaqḍi mā amarah(ū).
Sekali-kali jangan (begitu)! Dia (manusia) itu belum melaksanakan apa yang Dia (Allah) perintahkan kepadanya.
Tafsir:

Allah telah mencurahkan kasih sayang-Nya kepada manusia, namun banyak dari mereka enggan bersyukur, bahkan berbuat maksiat. Sungguh suatu hal yang mengherankan. Sekali-kali jangan berbuat demikian; dia itu belum melaksanakan apa yang Dia perintahkan kepadanya, yaitu beriman, beribadah, dan menaati aturan-Nya.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

‘Abasa Ayat 24

فَلْيَنْظُرِ الْاِنْسَانُ اِلٰى طَعَامِهٖٓ ۙ 24
Falyanẓuril-insānu ilā ṭa‘āmih(ī).
Maka, hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya.
Tafsir:

Jika manusia bersikeras dengan keingkarannya, maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya yang dia makan setiap hari; dari mana makanan itu berasal?

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

‘Abasa Ayat 25

اَنَّا صَبَبْنَا الْمَاۤءَ صَبًّاۙ 25
Annā ṣababnal-mā'a ṣabbā(n).
Sesungguhnya Kami telah mencurahkan air (dari langit) dengan berlimpah.
Tafsir:

Kamilah yang menyediakan makanan itu bagi mereka melalui beberapa tahap. Kamilah yang telah mencurahkan air hujan yang melimpah dari arah langit, yang berasal dari uap air yang membentuk awan yang menggumpal dan saling bertumpuk.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

‘Abasa Ayat 26

ثُمَّ شَقَقْنَا الْاَرْضَ شَقًّاۙ 26
Ṡumma syaqaqnal-arḍa syaqqā(n).
Kemudian, Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya.
Tafsir:

Kemudian setelah air hujan itu membasahi bumi, Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya. Kami suburkan kembali bumi yang tadinya tandus. Biji-bijian di dalam tanah mulai hidup dan menyeruak ke atas, membelah permukaan tanah.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

‘Abasa Ayat 27

فَاَنْۢبَتْنَا فِيْهَا حَبًّاۙ 27
Fa'ambatnā fīhā ḥabbā(n).
Lalu, Kami tumbuhkan padanya biji-bijian,
Tafsir:

Lalu di sana Kami tumbuhkan biji-bijian dengan segala macam dan ragamnya, seperti biji padi dan gandum.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

‘Abasa Ayat 28

وَّعِنَبًا وَّقَضْبًاۙ 28
Wa ‘inabaw wa qaḍbā(n).
anggur, sayur-sayuran,
Tafsir:

Dan Kami tumbuhkan pula di sana anggur dan sayur-sayuran,

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

‘Abasa Ayat 29

وَّزَيْتُوْنًا وَّنَخْلًاۙ 29
Wa zaitūnaw wa nakhlā(n).
zaitun, pohon kurma,
Tafsir:

dan demikian pula zaitun dan pohon kurma yang sangat bermanfaat bagi kesehatan.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

‘Abasa Ayat 30

وَّحَدَاۤىِٕقَ غُلْبًا 30
Wa ḥadā'iqa gulbā(n).
kebun-kebun (yang) rindang,
Tafsir:

Dan Kami tumbuhkan juga dengan air hujan itu kebun-kebun yang rindang dan menyejukkan pandangan, menjadi tempat tinggal ber-bagai binatang, dan memproduksi oksigen.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

‘Abasa Ayat 31

وَفَاكِهَةً وَّاَبًّا 31
Wa fākihataw wa abbā(n).
buah-buahan, dan rerumputan.
Tafsir:

Dan dengan air hujan itu pula Kami tumbuhkan pohon penghasil buah-buahan yang beraneka warna serta rerumputan.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

‘Abasa Ayat 32

مَتَاعًا لَّكُمْ وَلِاَنْعَامِكُمْۗ 32
Matā‘al lakum wa li'an‘āmikum.
(Semua itu disediakan) untuk kesenanganmu dan hewan-hewan ternakmu.
Tafsir:

Kami tumbuhkan itu semua untuk kesenanganmu agar hidupmu makmur dan sejahtera, dan untuk kesenangan hewan-hewan ternakmu. Dengan itu semua kamu hidup tenang dan tidak bersusah payah. Kamu hanya perlu emanfaatkannya, menjaga kelestariannya, dan mengimani Penciptanya sebagai bentuk rasa syukurmu kepada-Nya.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

‘Abasa Ayat 33

فَاِذَا جَاۤءَتِ الصَّاۤخَّةُ ۖ 33
Fa iżā jā'atiṣ-ṣākhkhah(tu).
Maka, apabila datang suara yang memekakkan (dari tiupan sangkakala),
Tafsir:

Kenikmatan-kenikmatan itu kelak akan diminta pertanggungjawabannya pada hari kiamat. Maka apabila datang suara tiupan sangkakala kedua yang memekakkan telinga dan menjadi penanda bangkitnya manusia dari kubur,

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

‘Abasa Ayat 34

يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ اَخِيْهِۙ 34
Yauma yafirrul-mar'u min akhīh(i).
pada hari itu manusia lari dari saudaranya,
Tafsir:

yaitu pada hari itu manusia lari dari orang yang dicintainya, seperti saudaranya,

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

‘Abasa Ayat 35

وَاُمِّهٖ وَاَبِيْهِۙ 35
Wa ummihī wa abīh(i).
(dari) ibu dan bapaknya,
Tafsir:

dan dari ibu dan bapaknya yang melindungi dan mengayominya,

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

‘Abasa Ayat 36

وَصَاحِبَتِهٖ وَبَنِيْهِۗ 36
Wa ṣāḥibatihī wa banīh(i).
serta (dari) istri dan anak-anaknya.
Tafsir:

dan dari istri dan anak-anaknya yang selalu bersamanya,

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

‘Abasa Ayat 37

لِكُلِّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَىِٕذٍ شَأْنٌ يُّغْنِيْهِۗ 37
Likullimri'im minhum yauma'iżin sya'nuy yugnīh(i).
Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya.
Tafsir:

maka setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya. Semua ingin menyelamatkan diri sendiri tanpa menghiraukan orang lain. Mereka takut dan cemas atas apa yang terjadi di hadapan mereka dan khawatir akan nasib mereka.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

‘Abasa Ayat 38

وُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ مُّسْفِرَةٌۙ 38
Wujūhuy yauma'iżim musfirah(tun).
Pada hari itu ada wajah-wajah yang berseri-seri,
Tafsir:

Pada hari itu ada wajah-wajah yang berseri-seri. Itulah muka orang-orang yang pada saat di dunia beriman dan beramal saleh.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

‘Abasa Ayat 39

ضَاحِكَةٌ مُّسْتَبْشِرَةٌ ۚ 39
Ḍāḥikatum mustabsyirah(tun).
tertawa lagi gembira ria.
Tafsir:

Mereka tertawa dan bergembira ria bersama kaum mukmin yang lain. Mereka tidak takut dan khawatir akan nasib mereka karena yakin Allah akan memberi balasan dengan sebaik-baiknya.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

‘Abasa Ayat 40

وَوُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ عَلَيْهَا غَبَرَةٌۙ 40
Wa wujūhuy yauma'iżin ‘alaihā gabarah(tun).
Pada hari itu ada (pula) wajah-wajah yang tertutup debu (suram)
Tafsir:

Dan di sisi yang lain pada hari itu ada pula wajah-wajah manusia yang tertutup debu,

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

‘Abasa Ayat 41

تَرْهَقُهَا قَتَرَةٌ ۗ 41
Tarhaquhā qatarah(tun).
dan tertutup oleh kegelapan (ditimpa kehinaan dan kesusahan).
Tafsir:

pucat pasi, menghitam, dipenuhi kecemasan serta ketakutan yang sangat, tertutup oleh kegelapan akibat ditimpa kehinaan dan kesusahan.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

‘Abasa Ayat 42

اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْكَفَرَةُ الْفَجَرَةُ ࣖ 42
Ulā'ika humul-kafaratul-fajarah(tu).
Mereka itulah orang-orang kafir lagi para pendurhaka.
Tafsir:

Mereka itulah orang-orang kafir yang durhaka. Mereka tidak beriman, tidak bersyukur, dan tidak pula beribadah kepada-Nya, bahkan sering berbuat maksiat. Demikianlah kesudahan umat manusia di akhirat nanti.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

📢 Maklumat Pembaca

Mohon teliti dalam membaca. Jika menemukan kesalahan penulisan ayat/harakat, silakan lapor melalui Halaman Hubungi Kami demi menjaga kesucian teks.