An-Naba'

An-Naba’ Ayat 1

عَمَّ يَتَسَاۤءَلُوْنَۚ 1
‘Amma yatasā'alūn(a).
Tentang apakah mereka saling bertanya?
Tafsir:

Saat Nabi Muhammad diutus, kaum kafir Mekah bertanya-tanya tentang diri Nabi, dakwah, dan ajarannya, salah satunya adalah perihal hari kebangkitan. Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya di antara mereka?

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

An-Naba’ Ayat 2

عَنِ النَّبَاِ الْعَظِيْمِۙ 2
‘Anin naba'il-‘aẓīm(i).
Tentang berita yang besar (hari Kebangkitan)
Tafsir:

Mereka bertanya-tanya tentang berita yang besar. Itulah hari dibangkitkannya manusia dari kubur untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di dunia.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

An-Naba’ Ayat 3

الَّذِيْ هُمْ فِيْهِ مُخْتَلِفُوْنَۗ 3
Allażī hum fīhi mukhtalifūn(a).
yang dalam hal itu mereka berselisih.
Tafsir:

Itulah berita besar yang dalam hal itu mereka berselisih. Sebagian dari mereka mengingkarinya dan sebagian yang lain menyangsikannya. Mereka tidak percaya jasad manusia yang sudah hancur akan hidup kembali.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

An-Naba’ Ayat 4

كَلَّا سَيَعْلَمُوْنَۙ 4
Kallā saya‘lamūn(a).
Sekali-kali tidak! Kelak mereka akan mengetahui.
Tafsir:

Tidak! Persoalan yang sebenarnya tidak seperti apa yang mereka duga. Kelak, pada hari kebangkitan itu benar-benar tiba, mereka akan mengetahui hakikat persoalan yang sebenarnya.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

An-Naba’ Ayat 5

ثُمَّ كَلَّا سَيَعْلَمُوْنَ 5
Ṡumma kallā saya‘lamūn(a).
Sekali lagi, tidak! Kelak mereka akan mengetahui.
Tafsir:

Allah menegaskan sekali lagi. Sekali lagi tidak! Kelak mereka akan mengetahui hakikat persoalan yang sebenarnya ketika hari kebangkitan itu benar-benar tiba.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

An-Naba’ Ayat 6

اَلَمْ نَجْعَلِ الْاَرْضَ مِهٰدًاۙ 6
Alam naj‘alil-arḍa mihādā(n).
Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan
Tafsir:

Allah menjawab kesangsian mereka tentang hari kiamat dengan memperlihatkan sembilan tanda kebesaran-Nya. Bukankah Kami telah menjadikan bumi dengan segala isinya sebagai hamparan yang memungkinkan manusia hidup di atasnya dan memanfaatkan fasilitas yang ada?

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

An-Naba’ Ayat 7

وَّالْجِبَالَ اَوْتَادًاۖ 7
Wal-jibāla autādā(n).
dan gunung-gunung sebagai pasak?
Tafsir:

Dan bukankah Kami telah pancangkan gunung-gunung sebagai pasak supaya bumi tidak bergoncang sehingga manusia dapat hidup tenang di atasnya?

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

An-Naba’ Ayat 8

وَّخَلَقْنٰكُمْ اَزْوَاجًاۙ 8
Wa khalaqnākum azwājā(n).
Kami menciptakan kamu berpasang-pasangan.
Tafsir:

Dan bukankah Kami telah menciptakan kamu, wahai manusia, berpasang-pasangan; lelaki dan perempuan agar kamu beranak pinak untuk terus mendiami bumi dan memakmurkannya?

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

An-Naba’ Ayat 9

وَّجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًاۙ 9
Wa ja‘alnā naumakum subātā(n).
Kami menjadikan tidurmu untuk beristirahat.
Tafsir:

Dan bukankah Kami telah pula menjadikan tidurmu untuk istirahat dari kepenatan bekerja di siang hari sehingga kamu bisa kembali bekerja esok hari dengan tenaga baru? Tidur laksana kematian sesaat. Bangun tidur merupakan permisalan kecil hari kebangkitan. Mengapa orang musyrik masih saja mengingkari hari kebangkitan?

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

An-Naba’ Ayat 10

وَّجَعَلْنَا الَّيْلَ لِبَاسًاۙ 10
Wa ja‘alnal-laila libāsā(n).
Kami menjadikan malam sebagai pakaian.742)
Tafsir:

Dan bukankah Kami telah menjadikan malam yang gelap gulita menutupi suatu wilayah di bumi sebagai-mana pakaian menutupi jasad manusia?

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

An-Naba’ Ayat 11

وَّجَعَلْنَا النَّهَارَ مَعَاشًاۚ 11
Wa ja‘alnan-nahāra ma‘āsyā(n).
Kami menjadikan siang untuk mencari penghidupan.
Tafsir:

Dan bukankah Kami juga telah menjadikan siang yang terang benderang sebagai waktu bagi kamu untuk mencari penghidupan? Siang yang terang memudahkan kamu untuk bekerja, baik di daratan maupun di lautan.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

An-Naba’ Ayat 12

وَبَنَيْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعًا شِدَادًاۙ 12
Wa banainā fauqakum sab‘an syidādā(n).
Kami membangun tujuh (langit) yang kukuh di atasmu.
Tafsir:

Dan bukankah Kami telah pula membangun di atas kamu tujuh langit yang kukuh, padahal tidak kau jumpai tiang-tiang yang menyangganya? Tidak kamu dapati keretakan di langit itu agar dapat menjadi atap kuat yang menanungi penghuni bumi.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

An-Naba’ Ayat 13

وَّجَعَلْنَا سِرَاجًا وَّهَّاجًاۖ 13
Wa ja‘alnā sirājaw wahhājā(n).
Kami menjadikan pelita yang terang-benderang (matahari).
Tafsir:

Dan bukankah Kami juga telah menjadikan matahari dengan sinarnya yang kuat sebagai pelita yang terang-benderang? Cahayanya yang terang, panasnya yang menyebar, dan bergesernya posisi matahari di langit dari musim ke musim membawa maanfaat sangat banyak bagi kehidupan manusia.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

An-Naba’ Ayat 14

وَّاَنْزَلْنَا مِنَ الْمُعْصِرٰتِ مَاۤءً ثَجَّاجًاۙ 14
Wa anzalnā minal-mu‘ṣirāti mā'an ṡajjājā(n).
Kami menurunkan dari awan air hujan yang tercurah dengan deras
Tafsir:

Dan bukankah telah pula Kami turunkan dari sela-sela awan yang mengandung uap air yang pekat itu air hujan yang tercurah dengan hebatnya? Air sangat besar artinya bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya, baik flora maupun fauna.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

An-Naba’ Ayat 15

لِّنُخْرِجَ بِهٖ حَبًّا وَّنَبَاتًاۙ 15
Linukhrija bihī ḥabbaw wa nabātā(n).
agar Kami menumbuhkan dengannya biji-bijian, tanam-tanaman,
Tafsir:

Kami turunkan hujan untuk Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian, seperti padi dan gandum dan tanam-tanaman lainnya. Biji-bijian yang pada awalnya terlihat mati akan hidup dan tumbuh begitu tersiram air hujan. Begitulah gambaran kebangkitan manusia di hari kiamat.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

An-Naba’ Ayat 16

وَّجَنّٰتٍ اَلْفَافًاۗ 16
Wa jannātin alfāfā(n).
dan kebun-kebun yang rindang.
Tafsir:

Dan dengan air hujan itu tumbuh kebun-kebun yang rindang. Kebun-kebun itu kemudian memproduksi oksigen, memberi kerindangan, dan menciptakan pemandangan yang indah.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

An-Naba’ Ayat 17

اِنَّ يَوْمَ الْفَصْلِ كَانَ مِيْقَاتًاۙ 17
Inna yaumal-faṣli kāna mīqātā(n).
Sesungguhnya hari Keputusan itu adalah waktu yang telah ditetapkan,
Tafsir:

Beralih dari penyebutan sembilan tanda kekuasaan-Nya, Allah lalu menyatakan hari kebangkitan sebagai suatu keniscayaan. Sungguh, hari keputusan adalah suatu waktu yang telah ditetapkan. Hanya Allah yang tahu kapan hari kiamat terjadi. Pada hari itu semua persoalan manusia akan diputuskan oleh Allah dengan seadil-adilnya.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

An-Naba’ Ayat 18

يَّوْمَ يُنْفَخُ فِى الصُّوْرِ فَتَأْتُوْنَ اَفْوَاجًاۙ 18
Yauma yunfakhu fiṣ-ṣūri fa ta'tūna afwājā(n).
(yaitu) hari (ketika) sangkakala ditiup, lalu kamu datang berbondong-bondong.
Tafsir:

Hari keputusan itu tiba pada hari ketika sangkakala ditiup oleh Israfil, lalu kamu akan bangkit dari kuburmu dan datang berbondong-bondong dan berduyun-duyun menuju tempat berkumpul, yaitu padang mahsyar untuk menanti keputusan Allah.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

An-Naba’ Ayat 19

وَّفُتِحَتِ السَّمَاۤءُ فَكَانَتْ اَبْوَابًاۙ 19
Wa futiḥatis-samā'u fa kānat abwābā(n).
Langit pun dibuka. Maka, terdapatlah beberapa pintu.
Tafsir:

Dan pada hari itu langit pun dibukalah, maka terdapatlah beberapa pintu akibat banyaknya rekahan di sana. Dari pintu-pintu itu para malaikat turun untuk melaksanakan tugas masing-masing.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

An-Naba’ Ayat 20

وَّسُيِّرَتِ الْجِبَالُ فَكَانَتْ سَرَابًاۗ 20
Wa suyyiratil-jibālu fa kānat sarābā(n).
Gunung-gunung pun dijalankan. Maka, ia menjadi (seperti) fatamorgana.
Tafsir:

Dan pada hari itu gunung-gunung pun yang tadinya kukuh dijalankan oleh Allah dengan terlebih dahulu dihancurluluhkan, lalu diempaskan menjadi abu, lalu menjadi seperti kapas yang beterbangan, lalu pada akhirnya terempas sehingga menjadi fatamorgana. Seperti halnya fatamorgana di gurun pasir, asap pekat yang menggumpal tampak seperti gunung padahal tidak ada gunung di sana (Lihat pula: Surah al-Kahf/18: 47, Taha/20: 105-107, an-Naml/27: 88, al-Qari’ah/101: 5).

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

An-Naba’ Ayat 21

اِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتْ مِرْصَادًاۙ 21
Inna jahannama kānat mirṣādā(n).
Sesungguhnya (neraka) Jahanam itu (merupakan) tempat mengintai (bagi penjaga neraka)
Tafsir:

Demikianlah fenomena hari kiamat yang sangat mencekam. Allah lalu beralih menjelaskan nasib orang kafir di akhirat. Sungguh, neraka Jahanam itu Kami jadikan sebagai tempat mengintai bagi para penjaga yang mengawasi neraka. Tidak ada satu orang kafir pun yang bisa lari dari siksa neraka.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

An-Naba’ Ayat 22

لِّلطّٰغِيْنَ مَاٰبًاۙ 22
Liṭ-ṭāgīna ma'ābā(n).
(dan) menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas.
Tafsir:

Neraka Jahanam itu menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas dengan menentang aturan agama dan mendustakan para rasul Allah. Kami akan siksa mereka di sana sebagai balasan atas perbuatan mereka, sebagaimana telah Kami peringatkan sebelumnya.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

An-Naba’ Ayat 23

لّٰبِثِيْنَ فِيْهَآ اَحْقَابًاۚ 23
Lābiṡīna fīhā aḥqābā(n).
Mereka tinggal di sana dalam masa yang lama.
Tafsir:

Mereka yang melampaui batas itu tinggal di sana yakni neraka Jahanam dalam masa yang lama. Hanya Allah yang mengetahui berapa lama mereka akan tinggal di neraka secara pasti. Bagi orang yang menderita, masa yang sebentar akan terasa sangat lama, apalagi jika masa itu benar-benar lama hingga ribuan tahun atau lebih.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

An-Naba’ Ayat 24

لَا يَذُوْقُوْنَ فِيْهَا بَرْدًا وَّلَا شَرَابًاۙ 24
Lā yażūqūna fīhā bardaw wa lā syarābā(n).
Mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman,
Tafsir:

Mereka mendiami neraka Jahanam dengan penuh penderitaan. Mereka tidak pernah merasakan kesejukan di dalamnya untuk sekadar menikmati udara segar atau keteduhan, dan tidak pula mendapat minuman untuk melepas dahaga yang sangat berat.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

An-Naba’ Ayat 25

اِلَّا حَمِيْمًا وَّغَسَّاقًاۙ 25
Illā ḥamīmaw wa gassāqā(n).
selain air yang mendidih dan nanah,
Tafsir:

Mereka tidak diberi minuman apa pun selain air yang mendidih yang menghancurkan usus mereka dan nanah yang keluar dari kulit-kulit mereka yang berbau busuk dan menjijikkan.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

An-Naba’ Ayat 26

جَزَاۤءً وِّفَاقًاۗ 26
Jazā'aw wifāqā(n).
sebagai pembalasan yang setimpal.
Tafsir:

Semua itu Kami sediakan sebagai pembalasan yang setimpal atas perbuatan buruk mereka. Ancaman Allah melalui para rasul-Nya terhadap mereka ketika di dunia benar-benar akan terbukti.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

An-Naba’ Ayat 27

اِنَّهُمْ كَانُوْا لَا يَرْجُوْنَ حِسَابًاۙ 27
Innahum kānū lā yarjūna ḥisābā(n).
Sesungguhnya mereka tidak pernah mengharapkan perhitungan.
Tafsir:

Mereka pantas menerima siksa Jahanam karena sesungguhnya dahulu mereka tidak pernah mengharapkan perhitungan amal di akhirat, bahkan mereka mendustakan dan menertawakan hari perhitungan itu. Jika mereka meyakini hari perhitungan, pasti mereka akan berbuat kebajikan.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

An-Naba’ Ayat 28

وَّكَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا كِذَّابًاۗ 28
Wa każżabū bi'āyātinā kiżżābā(n).
Mereka benar-benar mendustakan ayat-ayat Kami.
Tafsir:

Dan di samping itu, mereka benar-benar mendustakan ayat-ayat Kami tentang tauhid, kenabian, dan hari kebangkitan. Mereka mengatakan bahwa Al-Qur’an adalah cerita usang yang penuh kebohongan.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

An-Naba’ Ayat 29

وَكُلَّ شَيْءٍ اَحْصَيْنٰهُ كِتٰبًاۙ 29
Wa kulla syai'in aḥṣaināhu kitābā(n).
Segala sesuatu telah Kami catat dalam kitab (catatan amal manusia).
Tafsir:

Allah tidak pernah salah dalam menentukan siapa yang berhak mendapat siksa karena Dia mempunyai catatan amal setiap orang. Dan segala sesuatu tentang amal perbuatan manusia telah Kami catat dalam suatu Kitab, yaitu buku catatan amal manusia, baik amal kecil maupun besar. Catatan itu akan menjadi saksi atas pelanggaran-pelanggaran mereka.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

An-Naba’ Ayat 30

فَذُوْقُوْا فَلَنْ نَّزِيْدَكُمْ اِلَّا عَذَابًا ࣖ 30
Fa żūqū falan nazīdakum illā ‘ażābā(n)
Oleh karena itu, rasakanlah! Tidak akan Kami tambahkan kepadamu, kecuali azab.
Tafsir:

Setelah Allah menjelaskan tentang keburukan perbuatan mereka, Allah mengatakan kepada mereka, “Maka karena semua perbuatan buruk yang kamu kerjakan itu rasakanlah siksa api neraka ini! Maka tidak ada yang akan Kami tambahkan kepadamu selain azab. Mereka ditimpa azab demi azab yang sangat pedih, menyakitkan jiwa dan raga, tidak ada jeda sedikit pun antara satu azab dan azab berikutnya. Mereka merasakannya dalam rentang waktu yang sangat lama. Inilah siksaan bagi mereka yang durhaka kepada Allah dan rasul-Nya.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

An-Naba’ Ayat 31

اِنَّ لِلْمُتَّقِيْنَ مَفَازًاۙ 31
Inna lil-muttaqīna mafāzā(n).
Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa (ada) kemenangan (surga),
Tafsir:

Usai menjelaskan nasib para pendurhaka, Allah beralih menguraikan nasib orang bertakwa. Sungguh, orang-orang yang bertakwa dan selalu berbuat baik serta menghindari perbuatan buruk akan mendapat kemenangan dan kebahagiaan di akhirat.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

An-Naba’ Ayat 32

حَدَاۤىِٕقَ وَاَعْنَابًاۙ 32
Ḥadā'iqa wa a‘nābā(n).
(yaitu) kebun-kebun, buah anggur,
Tafsir:

Kemenangan dan kebahagiaan yang akan mereka dapatkan di antaranya berupa kebun-kebun yang rindang, indah, damai, dan sejuk; dan buah anggur yang kelezatan rasanya sangat berbeda dari anggur dunia meski memiliki sebutan yang sama. Inilah bentuk kenikmatan lingkungan dan makanan di surga.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

An-Naba’ Ayat 33

وَّكَوَاعِبَ اَتْرَابًاۙ 33
Wa kawā‘iba atrābā(n).
gadis-gadis molek yang sebaya,
Tafsir:

Dan Allah sediakan pula bagi mereka sebagai kenikmatan seksual dan pemberi ketenteraman hati, bidadari surga yaitu gadis-gadis yang cantik jelita, berpayudara montok, yang umur mereka sebaya.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

An-Naba’ Ayat 34

وَّكَأْسًا دِهَاقًاۗ 34
Wa ka'san dihāqā(n).
dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman).
Tafsir:

Dan bagi mereka Allah berikan kenikmatan lainnya, yaitu gelas-gelas yang penuh minuman. Minuman itu amat beragam, di antaranya susu, anggur, dan khamar yang tidak memabukkan.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

An-Naba’ Ayat 35

لَا يَسْمَعُوْنَ فِيْهَا لَغْوًا وَّلَا كِذّٰبًا 35
Lā yasma‘ūna fīhā lagwaw wa lā kiżżābā(n).
Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia dan tidak pula (perkataan) dusta.
Tafsir:

Suasana di surga itu amat damai dan menyenangkan. Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia, tidak bermanfaat, maupun perkataan dusta.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

An-Naba’ Ayat 36

جَزَاۤءً مِّنْ رَّبِّكَ عَطَاۤءً حِسَابًاۙ 36
Jazā'am mir rabbika ‘aṭā'an ḥisābā(n).
(Hal itu) sebagai balasan (dan) pemberian yang banyak dari Tuhanmu,
Tafsir:

Semua kenikmatan itu disediakan sebagai balasan dan pemberian yang cukup banyak dari Tuhanmu yang telah menuntunmu menuju jalan ketakwaan.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

An-Naba’ Ayat 37

رَّبِّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الرَّحْمٰنِ لَا يَمْلِكُوْنَ مِنْهُ خِطَابًاۚ 37
Rabbis-samāwāti wal-arḍi wa mā bainahumar-raḥmāni lā yamlikūna minhu khiṭābā(n).
(yaitu) Tuhan (pemelihara) langit, bumi, dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Maha Pengasih. Mereka tidak memiliki (hak) berbicara dengan-Nya.
Tafsir:

Tuhan yang menganugerahkan semua itu adalah Tuhan Pemelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya. Dialah Tuhan Yang Maha Pengasih dan Mahakaya. Dia mempunyai rahmat yang sangat banyak. Mereka tidak mampu berbicara dengan Dia. Semua unduk dan patuh kepada-Nya, tidak ada yang mampu berbicara dengan-Nya kecuali atas seizin-Nya.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

An-Naba’ Ayat 38

يَوْمَ يَقُوْمُ الرُّوْحُ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ صَفًّاۙ لَّا يَتَكَلَّمُوْنَ اِلَّا مَنْ اَذِنَ لَهُ الرَّحْمٰنُ وَقَالَ صَوَابًا 38
Yauma yaqūmur-rūḥu wal-malā'ikatu ṣaffā(n), lā yatakallamūna illā man ażina lahur-raḥmānu wa qāla ṣawābā(n).
Pada hari ketika Rūḥ743) dan malaikat berdiri bersaf-saf. Mereka tidak berbicara, kecuali yang diizinkan oleh Tuhan Yang Maha Pengasih dan dia mengatakan yang benar.
Tafsir:

Tidak ada yang mampu berbicara langsung dengan Allah pada hari ketika ruh, yaitu Jibril, dan para malaikat lain yang berdiri bersaf-saf secara teratur dengan penuh tunduk dan khusyuk. Mereka, baik Jibril atau lainnya, tidak berani berkata-kata karena khidmatnya situasi saat itu, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pengasih untuk berkata kepada-Nya, dan dia hanya mengatakan sesuatu yang benar dan diridai Allah.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

An-Naba’ Ayat 39

ذٰلِكَ الْيَوْمُ الْحَقُّۚ فَمَنْ شَاۤءَ اتَّخَذَ اِلٰى رَبِّهٖ مَاٰبًا 39
Żālikal-yaumul-ḥaqq(u), faman syā'attakhaża ilā rabbihī ma'ābā(n).
Itulah hari yang hak (pasti terjadi). Siapa yang menghendaki (keselamatan) niscaya menempuh jalan kembali kepada Tuhannya (dengan beramal saleh).
Tafsir:

Itulah hari yang pasti terjadi sesuai janji Allah. Allah pasti menepati janji-Nya. Maka, barang siapa menghendaki agar mendapat keridaan Allah di akhirat nanti, niscaya dia harus senantiasa menempuh jalan kembali kepada Tuhannya dengan selalu berbuat baik.

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

An-Naba’ Ayat 40

اِنَّآ اَنْذَرْنٰكُمْ عَذَابًا قَرِيْبًا ەۙ يَّوْمَ يَنْظُرُ الْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَيَقُوْلُ الْكٰفِرُ يٰلَيْتَنِيْ كُنْتُ تُرٰبًا ࣖ 40
Innā anżarnākum ‘ażāban qarībā(n), yauma yanẓurul-mar'u mā qaddamat yadāhu wa yaqūlul-kāfiru yā laitanī kuntu turābā(n).
Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kamu akan azab yang dekat pada hari (ketika) manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya dan orang kafir berkata, “Oh, seandainya saja aku menjadi tanah.”
Tafsir:

Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu azab di akhirat yang waktunya sungguh sangat dekat dan segera tiba, yaitu pada hari ketika manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya, oleh dirinya sendiri, dan orang kafir berkata dengan penuh penyesalan, “Alangkah baiknya seandainya dahulu aku jadi tanah, bukan menjadi manusia yang mendapat taklif agama, niscaya aku tidak dihadapkan pada pertanggungjawaban atas perbuatanku sebagaimana yang aku hadapi hari ini.”

⚠️

Temukan kesalahan penulisan?
Mohon bantu kami menjaga kesucian teks dengan melapor melalui Halaman Hubungi Kami.

📢 Maklumat Pembaca

Mohon teliti dalam membaca. Jika menemukan kesalahan penulisan ayat/harakat, silakan lapor melalui Halaman Hubungi Kami demi menjaga kesucian teks.