Lembaga Pemantau Buku Pelajaran Israel Membanggakan: Reformasi Pendidikan Arab Saudi Menuju Masa Depan yang Lebih Terbuka

Anjarwati

17 Agustus 2026 | 12:50 WIB

Lembaga Pemantau Buku Pelajaran Israel Membanggakan: Reformasi Pendidikan Arab Saudi Menuju Masa Depan yang Lebih Terbuka
Lembaga Pemantau Buku Pelajaran Israel Membanggakan: Reformasi Pendidikan Arab Saudi Menuju Masa Depan yang Lebih Terbuka
Inspirasi Al-Qur'an
وَمِنَ الْاَنْعَامِ حَمُوْلَةً وَّفَرْشًا ۗ كُلُوْا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّٰهُ وَلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌۙ

Di antara hewan-hewan ternak itu ada yang dijadikan pengangkut beban dan ada (pula) yang untuk disembelih. Makanlah rezeki yang diberikan Allah kepadamu. Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya dia adalah musuh yang nyata bagimu.

Arrahmah | Berita Islam & Referensi Harian – 17 Agustus 2026 |

Reformasi Pendidikan Arab Saudi: Langkah Maju Menuju Pendidikan yang Lebih Inklusif

Lembaga pemantau buku pelajaran Israel memuji reformasi pendidikan Arab Saudi sebagai upaya untuk menciptakan kurikulum yang lebih moderat dan inklusif. Dalam beberapa tahun terakhir, Arab Saudi telah melakukan perubahan signifikan dalam sistem pendidikannya, yang sebelumnya dikritik karena kurangnya toleransi terhadap umat Kristen dan Yahudi.

Perubahan Kurikulum

Sebuah hadis yang menyamakan umat Kristen dan Yahudi dengan hewan yang cacat telah dihapus dari buku pelajaran. Siswa kelas 11 kini belajar tentang hidup berdampingan melalui perjanjian Nabi Muhammad dengan umat Kristen dan Yahudi. Siswa kelas 9 mempelajari sosok Galileo sebagai pelajaran mengenai pemikiran mandiri. Siswa kelas 6 diminta untuk menyanggah gagasan bahwa kebaikan hanya perlu diberikan kepada sesama Muslim.
Lembaga pemantau buku pelajaran Israel memuji reformasi pendidikan Arab Saudi karena telah mengatasi sebagian besar tema bermasalah dalam kurikulum sekolahnya. Dalam tinjauan terhadap 136 buku pelajaran, lembaga tersebut menemukan bahwa kurikulum telah bergerak menuju moderasi dan inklusivitas yang lebih besar, serta selaras dengan tujuan reformasi yang lebih luas dalam Visi 2030.

Reaksi Internasional

Sistem pendidikan Arab Saudi menjadi sorotan internasional setelah serangan 11 September 2001 di AS, ketika Komisi 9/11 meneliti buku-buku pelajaran kerajaan tersebut. Para peneliti AS menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menerjemahkan kurikulum itu, dan Riyadh berjanji kepada Washington untuk melakukan revisi sejak tahun 2006.
Lembaga pemantau buku pelajaran Israel memuji reformasi pendidikan Arab Saudi karena telah melakukan perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Proses penulisan ulang materi ini telah dipercepat di bawah kepemimpinan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, yang mencabut sebagian wewenang polisi agama pada tahun 2016 dan menjanjikan kembalinya Islam moderat setahun kemudian.

Kesimpulan

Lembaga pemantau buku pelajaran Israel memuji reformasi pendidikan Arab Saudi sebagai langkah maju menuju pendidikan yang lebih inklusif dan moderat. Perubahan kurikulum yang signifikan ini mencerminkan komitmen Arab Saudi pada Visi 2030, yang bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang lebih terbuka dan moderat. Dengan demikian, Lembaga pemantau buku pelajaran Israel memuji reformasi pendidikan Arab Saudi sebagai contoh bagi negara-negara lain untuk mengikuti jejaknya.

Related Post

Tinggalkan komentar